ALSYIRA
RAHMA MIZUKI
#
2
Bel masuk berbunyi. Sensei Lie
bersama anak laki-laki masuk ke kelas. Dari wajahnya, sepertinya anak baru
sepertiku.
“Perkenalkan, nama saya Rio Dewantra. Saya asal dari
Indonesia. Saya kurang bisa berbahasa jepang, jadi mohon bantuannya”
Mereka
semua bertepuk tangan. Syira terkejut, ternyata dia berasal seperti dirinya dan
entah kenapa tiba-tiba jantungnya berdegup cepat. Ketika Rio melangkah kearah dirinya,
ia tersipu malu. Eh ternyata eh ternyata, dia duduk disampingnya. Secara tiba
tiba kembang api meledak ledak di dalam hatinya.
Jam istirahat tiba. Wajah Syira tampak kebingungan mencari
sesuatu yang penting.
“Yah.. komikku kemana. Sakura liat ga??”
“Ngga ra chan”sahut Sakura
Ia sangat gelisah karena komik itu favoritnya dan juga
hadiah dari Kou. Sakura yang merasa kasihan ikut membantu
mencarinya. Tiba tiba..
“Permisi.. kau sedang mencari
apa?”mendengar suara itu tahu pemiliknya
“Ohh, aku sedang mencari buku
komikku”
“Komik?” Terlintas dipikiran Rio. Lalu ia mengambil
sesuatu di dalam tasnya. “Maksudnya ini ?”
“Iya itu. Arigatou Rio” Syira
senang sekali bisa ketemu buku komik favoritnya.
“Sama sama”
“Dari mana kamu
mendapatkannya?” Rio menjelaskan kepada Syira bahwa ia mendapatkan itu di
kereta. Ia melihat di tempat duduk yang ia duduki dan ingin mengembalikannya tapi
sudah keburu hilang dirinya. Syira tersenyum malu karna yang menemukan komiknya
adalah orang yang membuat jantungnya berdetak cepat.
Sepulang
sekolah, Syira dan Sakura mampir di sebuah warung kecil. Saat mulai makan, Sakura
membuka topik pembicaraan.
“Ehem, kenapa senyum senyum. Apa anak
baru itu?”
Syira tampak bingung “ Maksudnya?”
“Iya kamu terlihat malu-malu di depan
Rio. Apa jangan jangan..”
Syira membantah pernyataan itu dan mengubah topik lain. Tapi
terus menerus Sakura menggodanya hingga wajahnya memerah bak buah tomat yang
segar. Selesai makan, mereka menuju stasiun. Ekspresi senang di raut wajah Sakura, karena ia menginap di rumah Syira. Begitu bahagia,
baru pertama kali teman pertamanya menginap di rumahnya. Sesampainya di rumah, Sakura memberi salam dan memperkenalkan
diri ke keluarga Syira.
20.30 pm. Selesai mandi, mereka mulai
mengobrol, bermain dan saling menggoda cowok yang mereka sukai.
“Aku baru pertama kali merasakan
suka ke lawan jenis. Rasanya aneh, senang, malu, bahagia. Pokoknya gitu deh”
sambil menutup wajahnya.
“Ciee yang lagi jatuh cinta”
ledek sakura.
Mengingat masa lalu, Sakura menceritakan pengalaman cintanya
hingga sekarang. Namun cintanya bertepuk sebelah tangan. Lantaran anak itu suka
ke gadis lain yang lebih cantik dibandingkan dia. Sakura menasehati temannya
agar tidak terlalu mencintai terlalu dalam, maka jika begitu akan susah
untuk melupakannya. Ingin menyemangati temannya, tiba-tiba Kou datang.
“Sya, ada
buku gambar ga? Pinjem dong”
“Buat apaan?” sahut dia
“Buat tugas besok, tadi lupa
beli”
“Dasar pelupa, makanya jangan keseringan
main game”
“Sudah sudah, jangan berantem.
Kasih aja Syira”
“Tuh, Sakura aja mengerti. Mana
sini cepat”
“Biasa aja kali. Nih” sambil
menyerahkan buku gambarnya ke Kou.
“Week..Dasar perempuan galak”
ingin mengejar Kou, tapi di tahan oleh Sakura karena tidak ingin Syira berkelahi
dengan sepupunya.
Malam mulai larut, mereka
segera tidur di atas kasur yang empuk. Namun, di antara mereka masih ada yang
belum tidur. Ia memikirkan kejadian lusa nantinya. Ntah perasaan aneh apa ini, sakit
tapi tak berdarah. Apa yang harus aku lakukan ? jantung ini tak bisa berhenti? pikiranku tak bisa lepas darinya. Temannya menyadari hal itu. Mengerti
sifat temannya yang baru pertama kali jatuh cinta.
“Aku tak bisa menghentikan rasa sukamu
kepadanya.Tapi semoga suatu saat kau akan mengerti”

Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai topik pembahasan...