K2CSD 3 ( Kisah Kasih Cinta SD )


SAKURA KOOSEI

#3

Cuit cuit.. burung-burung mulai berkicau di pagi hari. Namun mereka sedang…

“ Hmm hmm.. Ra chan dah pagi. Bangun” bilang sakura.

“ Ngggrokk nggrokk..”

 “ Ya ampun, nih anak malah ngorok”

Ketika salah satu dari mereka melihat kearah jarum jam dengan mata sesipit sipitnya, tiba tiba tidur kembali. Ye’elahh..

Tok tok.. Kak Syira, kak Sakura bangun. Teriak Yuki, adiknya Syira. Berkali kali Yuki mengetok pintu kamar sang kakak, namun tak kunjung di buka. Lalu, seorang laki laki datang menghampirinya dan menanyakan ada masalah apa.

“ Ini Kou Senpai, kak Syira belum bangun. Padahal katanya ingin olahraga pagi, tapi ini sudah jam berapa”jawab kesel.

“ Yasudah, saya aja yang bangunin mereka. Kamu bantu ibu gih siapkan makan pagi” langsung di iyakannya.

Kou membuka pintu kamar  berwarna coklat. Melihat sepupunya dan temannya  yang masih tidur terlelap. Segera ia membuka tirainya yang membuat sinar pagi menusuk penglihatan mereka.

“ Hmm..Oh Kou, tolong tutup tirainya. Masih ngantuk.hmm”jawab Syira malas.

“HEI BANGUN KALIAN BERDUA! Ini sudah pagi. Katanya mau olahraga bersama”

Beberapa detik mencerna perkataan Kou…

“ OH, IYA LUPAA” jawab mereka bersamaan. Mereka langsung bergegas kedalam kamar mandi.

          Setelah itu, Kou menunggu di depan rumah. Mendengarkan musik rock jepang yang membuat mood semangat. Datanglah Syira dan Sakura.

“ Kuy, Kou” ajak  dia.

          “ Iya, lama banget sih” ketus.

“Gomenne Kou san, tadi cari kaos kaki Sakura dulu. Ternyata ngga bawa. Jadi pinjam punya Syira chan”

“Ohh yasudah. Lain kali jangan di ulangin lagi ya.”

Di iyakan oleh Sakura. Syira yang melihat Kou lembut kepada temannya, membuat ia cemburu. Karena selama ini perlakuan dia kepadanya itu kasar. Ia merasa tidak adil atas perlakuan yang dia lakukan kepada Syira.

Setelah sampai di taman, mereka berlari mengelilingi taman. Udara yang sejuk, bunga bunga bermekaran nan indah, suara air mancur terdengar nyaman di telinga. Melihat sekeliling taman, ada dua anak kecil yang sedang berlarian, membuat ia teringat kenangan bersama Kou.

Di musim dingin, aku berlibur ke jepang bersama keluarga Toma. Ketika turun salju, aku segera bermain diluar karna mengasyikan. Kou yang datang, mengajak ku bermain lempar bola salju. Aku pun setuju.  Kami saling lempar lemparan bola salju. Setiap aku lempar, Kou selalu kena. Hahaha ini menyenangkan. Saat giliran Kou, ia diam diam membuat sebuah bola salju yang besar dan ketika dilemparkan ke arah ku, akupun terjatuh. Aku marah kepadanya, lalu aku mengejar dia sampai dapat. Huftt jadi Flashback.

20 menit olahraga, mereka beristirahat di taman dekat danau.

“ Ada yang mau minum?” mereka mengangkat tangan.

“ Oke, aku yang belikan kalian ya sebagai permintaan maaf” ngangguk kepala mereka bersamaan.

A few moments later, Sakura datang membawa minuman sambil berlari kencang seperti di kejar hewan buas.

“Hosh hosh hosh.. Ra chan..tadi aku.. lihat hosh..”

“ Wait wait, kamu istirahat dulu deh. Jangan bicara. Nih minum dulu” khawatir Syira melihat temannya. Kou cuek saja sambil minum.

“ Huft..okey. Jadi tadi aku lihat Rio sama teman temannya disini”

Syira terkejut, tidak percaya kalau Rio ada di sini. Segera ia ingin melihat cinta pertamanya dan mengajak Sakura kesana. Tapi Kou melarangnya dan tak usah mencarinya. Ia menjelaskan niat kita kesini untuk olahraga bukan melihat laki laki. Lagipula anak itu tidak akan suka ke Syira karena ia galak, tidak feminim dan malas. Perkataan Kou kepadanya membuat sakit hati dan menangis. Ia berlari pulang kerumah dan meninggalkan mereka berdua.

“Kou san, jangan begitu ke Syira chan. Itu membuatnya sedih. Lagipula, itu pertama kalinya ia jatuh cinta ke seseorang.”

“Sebenarnya, aku tak bermaksud seperti itu ke dia” Ia menjelaskan kepada Sakura alasan mengapa ia bersikap seperti itu ke Syira.

Siang harinya, Sakura pamit pulang dan mengantarkannya sampai di depan stasiun.

“Arigatou Ra chan. Kapan kapan menginap di rumahku ya. Sampai jumpa di sekolah.”

“Iya, nanti aku menginap di rumahmu ya. Sampai jumpa” senyum Syira.
Syira berjalan sendirian setelah mengantar temannya. Wajahnya murung, ia menyesal telah meninggalkan Kou di taman bersama Sakura. Sejujurnya kejadian itu membuat hatinya sakit. Mengapa Kou seperti itu? Mengapa Kou kasar kepadaku? Apa salah menyukai seseorang? Bahkan itu cinta pertamaku?

“ Seseorang pernah berkata kepadaku, Nothing is impossible

Komentar