Sunyi.. Gelap.. Tak ada udara maupun suara.. Hanya terdengar suara hati.. Tak ada siapapun..
Terbangun dalam kesunyian.. Dimana ini.. Siapa aku.. Kenapa aku berada disini..
Tiba tiba ada sesuatu menuju kearahnya. Benda asing tak terlihat, dingin, perlahan menujunya hingga ia ikut berpindah begitu cepat. Tekanan itu membawanya ke sumber titik yang makin lama terlihat cahaya terang.
“oowe owe.. ugh owe..”Suara bayi menangis
“Selamat ibu, bayinya perempuan ya” dokter berkata sambil memberikan bayinya ke dada sang ibu. Agar ibunya bisa melihat wajahnya.
Kurang dari 1 menit, bayi yang baru singgah di sisi sang ibu harus segera di ambil oleh perawat untuk mendapatkan perawatan intensif. Di karenakan ia terlahir dalam kondisi prematur. Kondisi seperti ini sangat rentang dan berisiko mengalami gangguan kesehatan karna organ tubuh yang belum sempurna. Lalu bayi tersebut dirawat di ruang inkubator agar suhu tubuh tetap hangat dan menunggu sampai organ tubuh berkembang sempurna dan kondisi stabil.
Kenapa aku berada di sini? Di mana aku?
Kenapa aku di tubuh anak kecil ini? Siapa aku sebenarnya?
Kenapa aku tidak bisa mengingat hal apapun sebelumnya?
Apa tujuanku berada di alam ini, tak tahu arah, di ruang seluas semesta?
Detik detik jarum jam bergerak kearah angka 12 dan Teng.. 00.00 yang menunjukan hari ini adalah tanggal 26 Desember. Tanggal itu hari ulang tahun ku dan sekarang umurku 12 tahun. Aku adalah Fuyumi Daisy Wilfred. Biasa di panggil Daisy. Mungkin namaku terdengar aneh, perpaduan bahasa asing campur. Yang padahal keluargaku asli Indonesia. Namaku pemberian dari ayahku yang artinya bagus dan indah. Nama belakangku dari turunan ayahku yang memang ada keturunan asing dari Jerman.
Malam ini hari special bagi ku. Ya walaupun tidak di rayakan seperti anak pada umumnya, ada bahagia tersendiri di dalam hati. Membayangkan jika bertambahnya umur aku bisa menjadi orang dewasa. Bisa bebas mau ngapain, tak perlu di atur, bermain sama teman teman dan kegiatan lainnya. Memikirkan nanti aku kuliah di luar kota, inginnya daerah Bandung. Karena kota itu banyak wisata, makanan enak enak, dan lumayan dingin daerahnya. But it’s imajinasi hahaha. Kadang setiap aku memikirkan ingin ini dan itu, ga terwujud. Mungkin sudah takdirnya aku begini. Masih lama perjalananku menuju dewasa, aku aja masih SD.
“tring tring tring… tring tring tr”suara alarm.
“Hmm.. jam 7”melihat jam di hpnya, ia kembali tidur.
Seminggu ini hari libur anak kelas 6. Karena kelasnya di pakai untuk ujian kelas lainnya. Menikmati liburan dan hari ulang tahun ku ya di rumah saja. Membaca komik, mendengarkan music, bermain sama kucing. Kehidupanku memang sangat membosankan. Karena dilarang main, disuruh belajar, les, dan masih banyak lagi suruhannya. Mungkin kalo kalian melihat keseharianku dirumah, anaknya males, jarang bebersih rumah, jarang mandi, cuek, ga pedulian. Ya.. aku berpendapat memang seperti itu, tapi ga semuanya benar. Anak kecil, bocah seperti ku mana bisa berpendapat. Yang ada dibilang ngelawan, sok tahu dan kata yang paling mengerikan pernah di sebutkan yaitu durhaka. Semuanya ku pendam dalam hati tanpa tahu jika menyimpannya terlalu lama akan berisiko pada diri sendiri.
Next>>>


Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai topik pembahasan...