#12
Musim
dingin
Bermula dari mimpi yang di
alami oleh Syira saat di pantai, hal itu menjadi kenyataan. Syira yang sekarang
sedang bermain dengannya, terlihat Kou yang diam dan hanya memainkan mainnya
tanpa ekspresi. Syira khawatir dengannya. Seminggu ini Kou selalu bersikap
murung, tidak ada perubahan. Ia berusaha untuk menyenangkan Kou, namun hasilnya
nihil.
“Kou kenapa? Jangan sedih
terus. Aku juga ikut sedih. Aku tidak tahu harus melakukan apa supaya kamu bisa
bermain denganku.”
“Maaf,
aku lagi tidak enak badan. Mainnya lain kali saja ya” ucap lemas
“Kapan?
Kamu dari kemarin selalu mengatakan itu. Kou kenapa? Cerita padaku. Jangan
dipedam saja. Mungkin aku bisa membantu semampuku. Ayo cerita Kou” Syira
menahan emosi supaya kou mau cerita padanya.
Dengan hati yang pasrah, sabar, siap menanggung resiko, Kou
berani menceritakan permasalahan yang ia hadapi dan itu juga akan menyangkut Syira.
“Jadi sebenarnya… Kou bukan anak dari ayah (Toma) ”
Syira terkejut. Tapi masih penasaran apa yang sedang terjadi
dan menyimak cerita kou.
“Kamu
ingat saat diruang tamu, kita mendengar pembicaraan keluarga kita. Di saat itu
aku sudah mendengar awal pembicaraan mereka. Akupun juga terkejut dengan hal
itu dan tidak percaya. Untuk mengetahui itu benar atau salah, aku diam diam
mencari infromasi tentang diriku. Dan sampai akhirnya aku menemukan berkas
kelahiranku. Aku ternyata anak adopsi Syira.” Kou mulai menangis dan memeluk Syira.
“Setelah
mendapat berkas itu, aku cerita ke ayah ibu di kamar dan mereka menceritakan
yang sebenarnya. Dulu, aku masih bayi yang di tinggalkan oleh ibu kandungku di panti
asuhan karna keterbatasan ekonomi, mungkin aku dibuang oleh ibuku sendiri”.
Perasaan syira? Yang pasti sedih, tidak percaya dengan
keadaan ini. Padahal dia sudah menganggap dia seperti kakaknya sendiri, namun
karna keadaan ini apakah Syira bisa bersikap manja kepadanya atau akan canggung
ketika bertemu kembali.
Ke esokan harinya, sekeluarga
berkumpul tentang status Kou. Perasaan yang abstrak yang tidak bisa ditahan.
Mungkin ini takdir yang didapat oleh Syira. Sabar dalam menghadapi masalah yang
begitu tiba tiba. Ayah dan ibunya menerima dengan lapang dada jika Kou tidak
ingin tinggal bersamanya semua keputusan berada ditangannya. Keputusan yang
sangat sulit untuk anak sekolah dasar, mereka perlu bimbingan dan kasih sayang
untuk pertumbuhannya. Dan Kou memutuskan…
Melangkah demi langkah ia
lalui. Langit yang cerah pada pagi hari ini mungkin pertanda baik untuk dirinya. Masa
sulit ia lalui bersamanya. Dukungan, semangat darinya membuat Syira kembali
ceria. Keluarga. Tanpanya mungkin Syira akan tetap sedih dan memberontak karna
Kou pergi mencari keluarganya. Namun rasa hilang tergantikan dengan ikhlas.
Karna dia tidak pergi jauh darinya.
“ Selamat Tinggal, Kou”

Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai topik pembahasan...