#13 [END]
“Selamat pagi anak-anak”
“Pagi Sensei”
“Ujian
akan segera dimulai. Siapkan peralatan yang diperlukan di atas meja. Ketua kelas
tolong bagikan kertas ujiannya”
“Baik Sensei”.
Ujianpun dimulai. Persiapan yang
sudah jauh hari dilakukan membuahkan hasil. Syira tersenyum lega akhirnya apa
yang dipelajarinya keluar semua. Ketika ujian selesai ia tidak langsung
memberikannya. Ia menunggu sakura yang sedang kesusahan menyelesaikan ujian
matematika hehe. Melihat kearah jendela, salju mulai turun seperti hujan
membuat suasananya menjadi melow. Apa kabar dengannya. Ia ingin bermain
dengannya. Ia kangen dibuatkan susu hangat saat tidur.
Ting tong. Ujian selesai. Kertas
ujian diberikan ke Sensei Lie. Wajah yang tampak familiar diberikan senyum
ramah kepadanya dan mengucapkan salam perpisahan. Karena ujian telah berakhir. Semua
murid berteriak senang. Berharap semoga mendapatkan nilai yang memuaskan dan
dinyatakan lulus. Bulan maret akan diadakan wisuda siswa/siswi kelas 6. Dibulan
tersebut setelah acara wisuda, Syira akan balik ke negaranya yaitu Indonesia. Dikarenakan
ibunya ingin menetap di Indonesia saja namun ayahnya tetap di Jepang. Mungkin 2
tahun sekali ayahnya akan balik ke Indonesia.
Selama beberapa bulan di Jepang,
ia mendapatkan pengalaman yang berharga. Menyimpan semua kenangan dalam buku
diary. Pastinya akan kangen sekali suasana Jepang, harumnya, dinginnya yang
tidak ada di Indonesia dan semua cerita yang tidak akan dilupakan. Meskipun ada
sedikit masalah, Syira tetap tegar. Ia pasti bahagia bertemu dengan keluarga
kandungnya. Beruntungnya dikasih kesempatan untuk bertemu dengan Kou dan
keluarganya. Melihat raut senang nan sedih di wajahnya. Meneteskan air mata
dengan jalan cerita tak di inginkan. Apalah daya takdir sudah di tuliskan.
“Jika ada
waktu luang, kembalilah ke Jepang Syira”katanya
“Iya
Kou. Kamu juga ya. Pastinya aku akan ke Jepang suatu saat nanti” tak tahan air
didalam matanya
Berpisah dengan sahabatnya
Sakura sudah dilakukan saat di sekolah. Sakura hanya tersenyum senang sedih
hingga akhirnya menangis sambil memeluk Syira. Syira pun meminta maaf kepadanya
karena harus pergi. Sakura adalah sahabat satu-satunya yang pengertian
kepadanya. Disaat ia dalam masalah, Sakura memperlakukannya dengan tenang,
hangat, memberikan sentuhan kata yang tajam tapi memang benar itu yang terbaik.
Sakura you’re my best friend.
Mendengarkan music di handphone
sampai aku tertidur di pangkuan adikku. Perjalanan ini membuatku pusing karna
tak tahan berlama di mobil.
“Kak… kakak
sudah sampai bandara. Ayo bangun”suara ibu
“mmm.. iya bu,
Syira bangun”
Sakit nih punggung karna posisi
tidurku tadi salah. Aku mengambil tas di mobil dan kutaruh di troli. Sambil menunggu
check-in ku mengajak adikku pergi ke sebuah toko jajanan. Untuk terakhir
kalinya ku makan sate dango. Hmm enak sekali. Rasa manisnya pas, kenyal seperti
mochi dan membuat rasa laparku hilang. Selesai
memakannya, tujuan yang ingin di tuju terpanggil. Kami segera masuk ke boarding. Akhirnya
bisa duduk juga di pesawat.
“Selamat tinggal Jepang.
Selamat Tinggal Kou, Sakura. Sampai bertemu kembali”

Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai topik pembahasan...