Hai
kamu. Apakah benar itu kamu?
Iya
Ay. Kenapa?
Apa
kamu nyata?
…
Aku ----- Aysha.
Kring kring.. Matahari tiba tanpa diundang. Bulan
tenggelam tanpa ada yang menjatuhkan. Air jatuh tanpa ada kesedihan. Aku disini
sedang menatap langit. Menunggu keberadaan seseorang yang akan datang suatu
saat. Tapi ntah itu nyata atau khayalan. Apakah di masa depan aku bisa bertemu
dengannya?
“Namaku
Aysha Yuki. Biasanya orang memanggilku Yuki. Orang selalu berkata aku dari
jepang, tapi aku seperti kalian lahir di Indonesia. Salam kenal.”
Yuki adalah seorang yang pemalu, cuek dan
dingin. Sehingga ketika temannya ingin mengajaknya kekantin, dia
menolak. Ia lebih baik sendirian daripada dengan teman temannya karena…
tidak ingin menyakiti mereka dengan perkataannya. Seperti kutukan. Jika dia
berbicara kepada orang lain, membuat mereka akan menjauhinya. Takut. Tapi
harus melakukan apa tanpa menyakitinya. Sifatnya sudah ada sejak masih di bangku SD. Hingga sekarang pun belum berubah kecuali orang terdekatnya.
Perkuliahan berakhir.
Yuki naik mobil dengan supirnya yang bernama Daniel. Dari namanya, sosok pria
itu pastinya tampan dan muda. Dia adalah anak dari pembantu dirumahnya. Dari kecil
Yuki dan Daniel sudah saling kenal, sehingga ia merasa nyaman jika mengobrol
dengannya. Bisa di bilang sudah di anggap kakak kandung. Kakak yang pengertian,
penyanyang dan sabar. Yuki adalah anak tunggal dari keluarga yang lumayan kaya.
Ayahnya memiliki bisnis restoran di berbagai cabang, sedangkan ibunya sebagai
ibu rumah tangga namun memiliki usaha hidroponik yang dijalankan bersama adiknya.
“Tadaima.”
“Okaeri.
Yuki bisa bantu ibu sebentar. Masakan ibu gosong lagi” tertawa ringan
“Ibu..
aku kan sudah bilang. Biar Yuki yang masak. Ibu istirahat saja.”
Segera
Yuki pergi ke kamarnya untuk ganti baju dan membuatkan makan
malam.
Suasana malam begitu ramai. Begitu banyak
percakapan diantara mereka. Tapi Yuki kurang begitu suka, namun tetap
menghargainya. Setelah makan, ia mengerjakan tugas, belajar, istirahat dengan
mendengarkan musik dan tidur.
“Ay, bagaimana kuliahnya? Sudah punya teman?”
“Hmm
belum. Aku malu dan takut. Aku masih memikirkan kutukan ini” resah hatinya
“Tidak
perlu takut. Kamu bisa kok. Atau nanti biar aku yang bilang ke mereka”
“Nggak perlu. Hmm besok aku coba.”dengan wajah berseri
“Nah gitu dong. Yasudah tidur gih. Oyasumi”
tersenyum
“Oyasumi juga, Kazune”
“Apakah kamu nyata atau khayalan”

Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai topik pembahasan...