Pria Khayalan 2

        Hari ini terlihat pagi cerah. But i feeling not good. Kepala ku pusing sekali, padahal kemarin baik baik aja. Apa aku makan atau minum sesuatu yang aneh. Mungkin kurang minum aja kali ya.. Tapi buat jaga-jaga bawa obat deh.

        "Yuki, wajahmu pucat. Kamu sakit?" tanya ka Daniel

        "Hanya pusing sedikit ka. Tapi nanti di kampus aku minum obat dan istirahat kok"

        "Serius nih dek? Kalo misal ga kuat, chat kakak ya. Jangan terlalu di paksa. Dari dulu kamu selalu         begitu. Udah makan dan minumkan?"

        "Iya iya udah, cerewet nih"kesal dengan pertanyaannya

Daniel segera mencubit pipi tembem Yuki hingga merah. Majikannya ini memang susah di nasehatin. Selama di mobil, suara musik mendominasi perjalanan yang macet. Orang pergi kerja, sekolah adapun rombongan wisatawan mengunjungi kota kelahiranku. Teringat akan masa SMA ketika study tour bersama teman-teman dan sekilas cerita romansa. Selang waktu, ia tertidur di mobil. Muncul seseorang dalam mimpi, pria bergestur tegak sambil jalan di hadapannya. Ingin memanggil, tapi hanya mengingat nama Kazune. 

        "..Zune"ucap Yuki

        "Ya.."pria di hadapannya menoleh asal suara berasal

Saat dia menghadap belakang, ada suara memanggil Yuki. Yuki bangun dari tidur. Mengucek mata sampai ia tersadar

        "Sudah sampai di kampus dek. Kamu tidur pulas sekali"

        "Yahh ka Daniel ganggu aja. Sebentar lagi aku ngeliat wajahnya"cemberut

        "Hah, wajah siapa? mimpi apa kamu tadi? mesum ya hahaha"

        "Apaan sih, situ yang mesum huu. Yasudah aku ke kampus dulu. Bye"

Huft.. Semangat Yuki, kamu pasti bisa. Jangan biarkan negative think mempengaruhi kehidupan masa2 kuliahku. Aku harus bisa mandiri, tidak ingin ka daniel, keluarga dan lainnya khawatir padaku. Aku bisa menjadi pribadi kuat, berdiri sendiri dan membanggakan mereka. Ganbatte.

        "Yuki, tunggu. Ayo bareng ke kelasnya" Yuki berhenti dan melihat kearah belakang

        "Duh, kamu cepat banget jalannya. Lomba maraton kamu ckck"

        "Maaf, tapi aku ga tau kamu di belakangku"

        "Seperti biasa kamu dingin banget wkwkk. Yaudah yuk buruan, tinggal 5 menit lagi masuk                     kelas"ucapnya

Larut dalam obrolan sampai lupa masuk kelas sisa 5 menit lagi. Sialnya, kelas di lantai 3 dan harus naik tangga. OMG :"

            Di depan dosen menjelaskan materi yang sedang di bahas. Aku mendengarkan sambil menulis hal hal penting, supaya tidak lupa saat belajar nanti. Sedangkan teman ku Harumi, hanya buka tutup buku, coret coret tidak jelas. Aku hanya fokus pada apa yang dosen katakan. Terkadang perkuliahan memang melelahkan, bukan ilmunya tapi cara menyampaikan kepada kita. Metode pengajaran tidak efektif, tidak menarik, mudah bosan. I think ilmu pengetahuan menjadi tidak semenarik yang di katakan. Teringat sebuah quotes tapi tidak secara keseluruhan, intinya 

"Buatlah anak bersenang senang saat bermain, selipkan ilmu yaitu sebuah games, maka seiring waktu ilmu akan menyenangkan seperti bermain" begitulah katanya. Sekarang aku berusaha agar ilmu itu menyenangkan setiap di pelajari ya walaupun menguras energi. 


“Percayalah pada dirimu sendiri”

 

<<<Back Next>>>



Komentar