TULISAN MASA LALU 1


#1


            “Cekrek”! jepretan foto
Tersenyum hangat ketika kamera menjepretnya. Kedua, berpose kaku, malu malu kucing karena tidak terbiasa seperti remaja jaman now yang bebas berekspresi di depan kamera. Kita lebih bebas foto hanya saat ada janjian kumpul bareng.


Baiklah, aku ingin memperkenalkan diri. Saya Keira Asyanan. Anak tunggal dari ayah dan bunda yang penuh cinta. Setiap hari aku selalu melihat pemandangan yang membuat mata ini kotor, hehe bercanda. Di jam makan malam, orang tuaku saling suap-suapan sambil bercanda ria. Sedangkan aku? Jadi nyamuknyalah. Padahal umur pernikahan mereka sudah 17 tahun, tapi masih seperti abg yang lagi kasmaran.

Aku penasaran kenapa orang tuaku saling mencintai dan masih sayang sampai saat ini. Aku pernah baca di mbah google, katanya di fase kepala 4 rasa cinta itu akan memudar dalam sebuah pernikahan, tapi kenyataanya tidak untuk orang tuaku. Aku jadi kepo ke bunda. Nanti deh aku tanyakan besok hari.

Hari Minggu. Jadwal rutin keluarganya untuk berolahraga. Orang tuanya berlari di sekitar komplek bersama para tetangga. Keira olahraga bersepeda bersama sahabatnya yaitu Alshifa, Desy, Yasmin, Bagas dan Dalvin. Rumah mereka satu komplek tapi beda gang aja. Muter keliling komplek sembari menghirup udara segar di pagi hari.

“Guys, istirahat dulu yuk capek nih” Keira sudah mulai lelah.

“Ya ampun, baru 2 putaran udah capek. Lemah!” ledek Bagas dan Dalvin tertawa mengejek

“Ga boleh gitu loh. Ya sudah kalian teruskan saja mainnya, biar kami sama Keira” bela Desy

“Aku mau lanjut aja deh Des. Aku masih semangat olahraga hehe. Maaf na”

“No prob Yasmin. Gass dah”

“Oke. Yok guys lanjut”

Ketiga anak tersebut lanjut bersepeda, sedangkan Desy dan Shifa menemani Keira yang kelelahan. Sembari istirahat, mereka bercakap cakap mengenai MOS yang diadakan besok senin. Keira dan Shifa satu SMA sedangkan yang lainnya berbeda sekolah. Keira tidak ingin berpisah dengan mereka karena takut ga bisa bareng lagi seperti biasanya. Shifa yang tahu karakter Keira, menasehatinya untuk ga egois. Pasti kita akan selalu bersama walau kadang ga sesering saat SMP. Keira ingin menangis tapi tertahan karena dipanggil oleh orang tuanya untuk masuk kerumah.

“Aku balik duluan ya. Aku sayang kalian. Jangan lupain aku ya yang lebay ini”senyum sedih

“Apaan sih ra. Kamu tuh ga lebay. Gapapa juga kali sama kita”

“Iya, senyamannya kamu aja” dan mereka saling berpelukan.

          Aku segera balik kerumah. Membersihkan diri, beres beres rumah dan makan bersama. Aku ingin bertanya tapi takut. Duh gimana ya. Hmm tanya tidak tanya tidak.

          “Ra, kamu kenapa? Kok ngomong sendiri”tanya bunda

“Ira mau tanya tapi.. bunda sama ayah jawab ya sejujur jujurnya, oke?”disetujukan oleh mereka

“Bunda sama ayah saling mencintai?”di iyakan oleh mereka

“Kenapa bun? bunda ayah ngga bosan gitu atau ga berantem gitu atau apa gitu. Kadang ira mikir, apa yang membuat bunda ayah ga lelah untuk menunjukan rasa cinta yang begitu besar”Tanya ina kepo berat

“Apa ya yah. Ayah yang jawab dong. Ibu malu”tersipu

“Karena ayah mencintai bunda. Bunda adalah cinta pertama dan terakhir ayah. Ayah gamau kehilangan bunda lagi karna pernah di tinggalin sama bunda semasa pacaran. Huu jahat nih”mencubit pipi tembem bunda

“Ihh ayah, kita ga pernah pacaran. HTS (Hubungan Tanpa Status), hubungan itu membuat bunda ga bisa apa apa. Cemburu ga bisa, negor seseorang ga bisa. Salah satu pihak tersakiti. Makanya bunda memutuskan untuk udahan aja dan fokus sekolah”penjelasan panjang bunda yang membuat ayah minta maaf .

Melihat keromantisan mereka sambil bercakap akan mengingat masa lalunya, membuat aku iri sekaligus ingin punya pacar dengan karakter ayah yang setia. Aku ga pernah pacaran dan selalu diposisi mencintai. Pernah sih di cintai, tapi lelaki yang menyatakan cinta kepadanya hanya “main main” dan ga serius. Aku tipe wanita yang serius dalam hal pandangan masa depan, jadi butuh waktu untuk menemukan lelaki yang serius dengannya.

Semoga kita bertemu di sekolah nanti, Pria Khayalanku
 


Komentar