Syukurlah jam kuliah selesai. Melihat jam pukul 13.00, ia pergi ke coffe shop bersama Harumi. Ya, dia teman pertama Yuki yang menurutnya sangat lucu, manis tapi pemberani. Sifatnya berbeda dengan penampilannya. Mungkin wajahnya mirip seperti aktris jepang bernama Kanna Hashimoto tapi dia menyukai pakaian casual style B&W. Setelah sampai di coffee shop, mereka memesan minuman dan cake small. Duduk di dekat jendela, karna menyenangkan melihat orang berjalan di sekitar. Yuki membuka tas untuk mengambil obat sakit kepala. Selama perkuliahan, dia menahan rasa pusingnya sampai saat ini.
"Kau sakit? Kenapa ga bilang. Pantesan aku lihat kamu lemes banget"
"Hanya pusing sedikit kok" ia meminum obatnya
"Kuliah juga udah selesai, kenapa ga langsung pulang aja?"
"Kan tadi kamu ngajakin ke sini, ya mau gimana lagi"
"Hehehe iya ya juga.. Kalo ga kuat bilang ya. Padahal mau cuci mata nih :D"
"Nih anak kerjaannya cowok mulu. Giliran di kelas, malah mager, terus ngantuk"
"Sumber energi ku shopping, drakor dan cogan hahaha"yuki hanya tepuk tangan tanpa berkata
"Amazing, ga percaya dengan apa yang kamu pikirkan"
"Itulah aku, Harumi" mereka tertawa bersama
Akhirnya sampai juga di kamar. Hari melelahkan di tambah sakit pusing yang belum sembuh. Untungnya besok adalah sabtu yang berarti hari libur. Aku bisa istirahat hingga pulih. Mengingat saat pagi di mobil memimpikan seorang pria, fisik kaya anak kecil, tempat pantai ntah dimana, saat di panggil nama Kazune, ia menjawab. Wajahnya tidak jelas. Apakah aku pernah bertemu dengannya? Memikirkan mimpi tersebut, ia tertidur.
"Gimana saat kuliah? sudah dapat teman?"
"Ya..lumayan. Eh aku mau cerita deh"
"Cerita apa?"yuki menceritakan mimpi pagi tadi. Menanyakan anak kecil yang bernama sama dengan dirinya
"Oh ya? Mungkin kita dulu pernah ketemu. Hmm tapi aku tidak ingat"
"Sama aku juga tidak ingat. Tapi.. kalo pernah bertemu dan nama kalian sama. Bukannya anak kecil itu kamu?"
"Aku bertemu denganmu saat remaja. Kau tidak ingatkah? Perlu ku ceritakan?"
"Boleh. Maaf, aku lupa"
Di ceritakanlah awal mula mereka bertemu. Tidak terlalu spesifik, tapi Yuki bisa ambil kesimpulan bahwa mereka bertemu ketika Yuki berada di rumah sakit. Yuki memanggil namanya terus menerus. Lalu Kazune remaja datang berada di sisinya.
“Aku hadir saat kamu membutuhkan ku”
<<<Back Next>>>


Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai topik pembahasan...