# 8
Tangan telunjuk perempuan itu menuju tempat tombol bel berada. TING TONG!! Selang beberapa detik pintu rumah terbuka.
“Hi ra, ayo masuk masuk”mempersilahkan masuk kerumahnya
“Shif, ibu kamu mana?”melihat sekeliling ruangan
“Beli keperluan rumah di supermarket ra. Yuk ke kamar aku aja”pemilik rumah berjalan kearah dapur untuk mengambil air minum, sedangkan Keira ke kamar duluan.
Sampai di kamarnya, terlihat catatan memo pelajaran SMP masih tersimpan, stiker motivasi penyemangat, foto teman-temannya yang terpajang di tembok. Buku, novel tersusun rapi di rak. Tiba – tiba angin yang tak di undang masuk ke dalam, menjadikan udara tersebut sebagai AC alami.
“Ra, kamu sedang apa? Duduk aja sih. Seperti baru pertama kali main kesini. Biasanya juga berantakin kamar aku hahaha”
“Lah ane? Situ kali. Kamar kamar siapa coba” akhirnya berdebatlah kedua bocah cilik ini siapa yang berantakin kamar Shifa. LOL.
Tersadar apa yang dipegang ditangan sedari tadi, diberikanlah ke sahabatnya puding yang dibawa dari rumah. Merekapun makan bersama sambil bercakap-cakap. Obrolan seperti biasa, dari topik yang ringan hingga ke berat.
“Shif, kamu sudah pernah pacaran blum?”
“Belum. Kamu?” di anggukan oleh Keira
“Nanti jodoh kita siapa ya? Kalo di bayangin juga percuma. Nanti ga sesuai ekspetasi” keduanya menghela nafas
“Hmm aku berharap jodohku seperti dirinya”mengingat ingat wajah pria yang di sukainya
“Siapa memangnya? Yang dulu waktu SMP? Belom move on kamu hahaha”
“Sial. Bukan dia, tapi teman sekelas kamu”
“HAHH! Siapa Shif? Kok ga cerita cerita?”
“Inikan mau cerita ra. Sabar atuh ckck.. Itu temen kamu yang tinggi, putih, agak kurus, wajahnya cuek”
“Wait.. tinggi, putih, cuek.. Lah si ketua kelas? Seriusan suka? Kok bisa? Aku aja sekelompok sama dia, cueknya minta ampun. Ngomong aja terbatas. Kek limited edition. Namanya Alfarabi”
“Oh iyakah ra? Jadi sebenarnya kenapa bisa suka karena iseng2 lagi main. Setiap jam istirahat, aku dan teman sekelas main pilih cowok sebagai doi gtu. Terus ada cowok keluar dari kelas kamu sambil melihat kearah langit. Pas aku liat keknya cocok sebagai doi aku”
“Gila gilaa parah hahaha”
“Hehehe maaf banget ini mah ya namanya juga iseng. Terus beberapa hari kemudian, karna suka ngeliatin dia tiba tiba jadi suka deh. Tapi kenapa ya aku suka sama cowok cuek terus hahaha dulu juga gitu”
“Kan emang cowok idaman kamu begitu sifatnya wkwkwk. Dan kamu tau sendiri biasanya cowok dengan sifat itu sudah punya pacar”
“Hmm iya sih. Tapi mau gimana, perasaan ga bisa di bohongin”
Cerita dengan topik cinta memang tidak bisa dihindarkan. Cerita yang di nantikan, ditunggu tunggu, paling panjang lebar hingga berjam jam soal percintaan. Walaupun diantara mereka belum punya pengalaman pacaran, tapi jangan salah sangka. Pengalaman cinta bertepuk sebelah tangan sudah hal biasa dan hatam hahaha ngenest. Ya sebenarnya bagi mereka topik itu di bawa happy aja. Sebagai bahan pendukung obrolan kalo lagi kumpul. Tak terasa sudah mau magrib, Keira harus pulang sebelum ibunya memarahinya yang padahal cuman candaan belaka.
“Pulang dulu ya Shif. Besok aku bilang ke farabi kalo kamu suka. Haha kaburr”
“Heyy janganlah, sahabat laknat. Ampun dah”memijit mijit sedikit diarea kening
<<<BACK NEXT>>>

Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai topik pembahasan...