TULISAN MASA LALU 7

 

# 7

 

“Huaa kenyang. Enak juga yak siomay kuahnya”sambil menepuk perut gendutnya

“Iya. Kata kating siomay kuah di situ emang enak dan murah”kata Nada

“Eh sudah jam 09.55, kembaliin mangkoknya. Keburu bel berbunyi”

“Oh iya ayo ayo” mereka berjalan cepat menuju kantin.

Pelajaran di mulai, suasana menegang. Bagaimana tidak, di depan sudah ada guru fisika. Ya taulah bagaimana guru fisika. Aku hanya bisa pasrah sama satu mata pelajaran ini. Saat ku melirik ke sebelah, dia sepertinya cukup tenang dan biasa saja. Tidak seperti anak-anak lain yang takut.

          “Hei, kau ngga takut gtu sama guru fisika?”berbisik

“Hm? Biasa aja. Kenapa kamu takut? Pikiranmu selalu takut ra. Aku jadi ingin menjagamu”balasnya

“Apaansih, ga usah gombal. Dasar playboy”kesel Keira

“Aku ga playboy. Aku hanya jujur aja”sambil memperhatikan rumus yang ditulis guru

“Playboy pada dasarnya bermulut manis. Jadi aku ga percaya apa yang kamu ucapkan”ucap sinis

“Jika itu terjadi, apa kamu akan percaya?”menghadap wajah si wanita itu

“Selama itu be....” “Ssssttt”suara dari bangku belakang menyadarkan mereka untuk diam.

Bel pulang berbunyi. Keira segera merapikan buku dan peralatan tulisnya. Saat bangun dari kursi, ia bilang ke Zun untuk keluar sebentar karena posisi tempat duduknya berada di dalam. Namun pria itu pura-pura tidak mendengar dan merapikan mejanya dengan santai.

“Zun minggir. Aku mau keluar. Sebentar pindah kan ga ribet” menahan marah

“Tunggu sebentar. Cepet cepet banget”

“Aku udah ditunggu sama sahabat aku. Buruan”

“Iya iya”Zun bangun dari duduknya dan Keira segera keluar dari tempatnya.

 


Selama di perjalanan, mereka mengobrol dengan asik. Bercerita bertemu teman baru, suasanan baru, teman pengganggu Keira yang setiap di kelas selalu mengganggunya. Mendengar cerita sahabatnya, membuat ia tertawa dan sedikit ngebaperin jika mungkin si pengganggu itu benar – benar menyukainya. Wanita berpose cemberut ini merasa tidak percaya. Masa cowok seperti dia bisa suka sama... Ahh imposibble. Harapannya adalah bisa lulus dengan nilai bagus dan bisa kuliah di jepang tanpa gangguan. Tapi sekarang, kehidupan sekolahnya tidaklah mudah.

          Sesampainya di rumah, ia naik keatas menuju kamar. Berganti pakaian, mandi, membereskan kamar, setelah itu berbaring di kasur sambil bermain handphone. Mengecek socmed apakah hari ini ada postan menarik untuk di pandang. Ntah terpikirkan Keira mencari akun ig si cowok pengganggu tersebut. Di carilah namanya “Zun Arata, Arata Zun, ZA”. Tidak ada akun ignya. Apakah dia tidak bermain socmed (?).  Dirinya frustasi mencari-cari nama akunnya. Di lemparlah hpnya ke atas kasur. Bangun dari tempatnya menuju dapur.

“Hmm.. Ibun masak apa? Sepertinya enak”mencium aroma masakan sampai ke kamarnya.

“Bunda lagi masak kare. Di kulkas ada puding kesukaanmu, ambillah”

“Yeay. Bun, aku kerumah Shifa ya”

“Iya. Pulangnya sebelum jam makan malam ya ka. Kalau telat, tak kunciin kamu”nada mengancam sekaligus mencubit pipi tembem anaknya

“Siap bossqueen”tangannya melingkari pinggang ibunya dan mencium pipinya.

 

 

<<<BACK   NEXT>>>

 

 

Komentar