K2CSD 6 ( Kisah Kasih Cinta SD )




#6



"Kakak..kak bangun sudah pagi. Hari inikan ujian semester akhir, jangan sampai telat" ibu membangunkan Syira

"Mmm memang jam berapa bu? Syira ngantuk, tadi malem tidur jam 1" syira tampak masih setengah sadar

Ibu pun segera membangunkan Syira lagi karena sudah hampir telat. Syira yang mulai sadar langsung bangun dan segera menyiapkan peralatan sekolahnya. Lalu ia bergegas kesekolah dengan berlari sekencang kencangnya karena takut tidak sempat ikut ujian.

Ting Tong Ting. Akhirnya ia sampai juga dikelas dan tepat waktu. Sakura chan menyapa Syira yang tadi sadari baru datang. Waktu ujian mulai, semua murid fokus ke lembar jawaban masing masing. Tampak Syira konsen dengan soalnya sambil memikirkan Rio yang juga mengerjakan ujian.
Selesai ujian, mereka makan siang di atas gedung setiap istirahat. Syira melepas stressnya dengan berbaring, menatap langit biru yang begitu tenang. Ia tak tahu lagi harus bagaimana untuk menghadapi geng's fans Rio, sangat takut untuk menghadapi mereka. Namun Syira tidak sendirian, ada Sakura yang selalu menemani, mensupport Ira kapanpun dimanapun.

"Syira chan tidak perlu khawatir, kan ada aku. Aku bisa membantumu melawan gengs itu. Jangan bersedih ya, nanti aku juga ikut sedih loh hiks.."

"Ehh jangan sedih dong, yasudah deh aku tidak sedih lagi kok. Janji"sambil melengkingkan kelingking ke Sakura. Mereka pun tertawa bersama.

Bel berbunyi, ujianpun telah selesai. Sakura izin ke toilet soalnya dari tadi sudah tak tahan menahan buang air kecil, Syirapun mengiyakan. Setelah menunggu di tempat rak sepatu, tiba tiba gengs' fans Rio datang menghampiri Syira.

"Eh si bodoh disini, lagi nunggu siapa? Rio!?"dengan nada keras

“Ngga, lagi nunggu teman. Kenapa? ga boleh juga?" syira memberanikan diri untuk melawan Aoi.

"OHH sudah mulai berani ya sama kita, awass ya.."

Aoi dan temen temennya langsung memukul dan menjambak rambut Syira hingga kesakitan. Dia tak takut dan langsung menjambak rambut Aoi sampai membuat keributan di depan pintu masuk. Tiba tiba seorang anak datang melerai keributan itu, hingga mereka terkejut dengan kehadiran pria itu.Rio.

"Kalian kenapa berantem di sini? sampai luka luka begitu. Kalian mau saya laporkan ke bu guru supaya kena hukuman"marah Rio

"T..tidak Rio jangan bilang ke bu guru. Ini nih Syira yang mulai duluan" Mengadu kesal Fara ke Rio

Rio menengok ke arah Syira dan bertanya kepadanya apakah benar yang dikatakan oleh Fara. Tapi Syira diam saja menahan amarah karena Rio tidak percaya bahwa dia bukan biang keributan tadi. Segera mengambil tas dan pergi begitu saja, kecewa dengan Rio. Di balik sepatu, Sakura melihat semua kejadian tadi bersama teman temannya sebagai bukti bahwa Syira tidak bersalah.

Sesampainya di kamar, Syira menangis sejadi jadinya. Kecewa, sebel, benci sama Rio karena tidak membelanya saat kejadian tadi. Membuat hatinya hancur, tidak tahu lagi harus bertahan atau tidak dengan perasaan ini. Suka sama seseorang yang tampan, terkenal di sekolah memang banyak halangannya dan salah satu korbannya dirinyalah. Lalu, apa yang sedang dilakukan Sakura sekarang?

Tring tring.. Syira mengangkat telepon , ternyata itu Sakura yang mengajaknya untuk bermain basket bersama teman Atsuka setelah ujian selesai. Syirapun gembira dengan kabar itu langsung ia mengiyakan ajakan itu. Misi selesai.

"Sakura ayukk main basket di komplekmu. Aku tak sabar main basket" senang Syira

"Iya Syira chan, sabar ya nunggu Atsuka san sama teman temannya"

Panjang umur sekali, baru juga di omongin orangnya sudah muncul. Tapi di situ ada wajah yang membuat Syira kesel. Langsung mereka berjalan menuju rumah Sakura.




Setelah sampai, mereka langsung saja bermain basket dilapangan. Syirapun tak mau kalah dalam bermain basket, karena basket hobinya. Saat menuju ring, ia terhalang oleh seseorang yang dari kemarin ia kesel. Mencoba masuk kepertahanan, bolanya pun diambil oleh Rio yang sambil tersenyum dan...masuk ke ring. Syira kesal sekali, langsung sudahan dia sambil minum air putih. Sakura yang melihat Syira kesel langsung duduk disampingnya, mengobrol apa keluhan yang ia rasakan sekarang. Lalu Sakura menceritakan kejadian atas keributan itu dan sudah menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya kepada Rio. Sontak Syira kaget, mengapa sahabatnya tidak cerita kalau sudah menceritakan ke Rio. Sakura meminta maaf karena ia telat menceritakannya dan ingin mempertemukan ia dan Rio dengan bermain basket.

"Syira, nih roti dari Sakura. Mau ga?" tawar Rio

"Oh makasih Rio, tadi sudah makan pas kalian main" senyum ia

"Oke, kalau laper nanti ambil aja ya"

Di iyakan olehnya. Ia sungguh menyesal karena telah mendiamkan Rio hari ini, ingin meminta maaf tapi tidak berani. Lalu terpikir di handphone aja minta maafnya setelah pulang bermain.

Chat Syira
“Rio, kamu lagi ngapain? kalo tidak sibuk aku ingin ngomong sesuatu. Aku ingin minta maaf pada saat tadi kita main basket. Aku mendiamkan kamu, ngga ngobrol sama sekali, ngobrol sih yang pas kamu tawarin roti itu doang hehe. Aku begitu karna aku kesal saat kejadian keributan sama Aoi kamu tidak percaya padaku.Kamukan sahabatku, masa tidak percaya sama sahabat sendiri. Itu aja sih yang ingin aku sampaikan. Konbanwa” 

Hufft akhirnya Syira sudah bilang apa yang dibenaknya dari kemarin. Semoga Rio memaafkan dirinya. Ting Ting..

Chat Rio
“Aku sedang menunggu chatanmu. Iya, aku sudah memaafkan mu kok. Aku juga minta maaf karena sudah berburuk sangka kepadamu. Sorry ya Syira. Aku juga sudah bilang ke mereka kalau kita tidak ada apa apa dan hanya sekedar sahabat. Hari senin seperti biasa lagi ya, tidak ada marah marahan. Konbanwa juga”
Alhamdulillah dia sudah memaafkanku, lega rasanya. Tapi dia bilang aku cuman sahabatnya(?) ya iya sih, cuman ntah kenapa rasanya sakit aja saat dia bilang begitu..

DIARY ALSYIRA
Cinta di ujung tanduk

Jatuh layaknya gravitasi

Stay or move on

I don't know

What should i do?

Tapi hati ini ingin bertahan dengannya, namun logika berkata sebaliknya

Please, help me 





Komentar