K2CSD 7 ( Kisah Kasih Cinta SD )




#7

 Mendengarkan musik " CLOSER - INUE JOE "
Michika ni aru mono

Tsune ni ki wo tsuketeinai to

Amari ni chikasugite

Miushinatte shimaisou

Anata ga saikin taiken shita

Shiawase wa ittai nandesu ka?

Megumaresugite ite

Omoidasenai kamo!

Ima koko ni iru koto

Iki wo shite iru koto

Tada soredake no koto ga

Kiseki dato kidzuku

Michika ni aru mono

Tsune ni ki wo tsuketeinai to

Amari ni chikasugite

Miushinatte shimaisou

You know the closer you get to something

The tougher it is to see it

And I'll never take it for granted

Let's go

  
Syira yang tampak begitu lemas karena kejadian kemarin harus berpikir bagaimana jika ia bertemu dengan Rio. Stress memikirkan itu, Sakura chan menempelkan minuman dingin ke pipi Syira sehingga pikirannya kembali tenang. Tiba-tiba.. Rio masuk kelas bersama teman temannya.

"Mizuki san, yuk main basket bersama kami. Kamukan satu satunya perempuan yang jago basket. Sakura juga, tapi ikut nonton aja hehe”

“Iya Rio. Tapi aku akan ikut jika Syira ikut juga"

Syira terkejut akan kehadirannya yang membuat canggung. Namun, tidak enakan  juga pada Sakura karena dia suka menonton basket.

"Rio tidak marah sama Syira? " jantung berdetak takut

"Tidak Syira. Kan Rio sudah bilang kemarin malam"

Mendengar bahwa ia tidak marah lagi, ia pun mengiyakan ajakannya.

Score 17-10 . 10 menit lagi.

Syira berusaha untuk mengalahkan tim Rio, tapi timnya begitu kuat. Sehingga ia dan teman temannya kewalahan. Pertandingan dimulai kembali. Babak terakhir, mereka begitu serius dalam permainan ini karena baginya basket adalah jiwanya. Prittt... peluit berbunyi, dalam lapangan begitu sengit, sorak semangat dan api membara. Sakura yang berada di duduk penonton tidak lupa menyemangati sahabatnya.

"Ayok Ayokk Syira chan. Kamu pasti bisa. Kalau kamu menang, aku akan traktir Ramen Ichiraku kesukaanmu"teriaknya

Mendengar kata "Ramen" ia langsung semangat dan lari sekuat tenaga untuk mencapai ring, tapi didepannya terhalang Rio lagi, Rivalnya. Menggunakan teknik mengelabui lawan ia gunakan dannnnn... PRITT PRITT

"Rio, kamu tidak apa apa?"khawatir

"Iya Syira, tidak apa apa kok. Hanya keseleo saja. Jangan merasa terbebani, ini hanya permainan"

Rio yang cedera segera pergi ke UKS dibantu teman temannya. Permainan berakhir.

      Duduk dikereta ada seseorang berwajah murung, sedih atas kejadian di sekolah. Mengingatnya saja seperti suatu bencana yang padahal baru berbaikan dengannya. Dari sudut berlawanan, seseorang memperhatikan keberadaannya dengan tajam.

Besok adalah ujian semester terakhir. Ia bersungguh sungguh dalam belajarnya dibantu Kou kun. Kou yang senantiasa membantu, menemaninya yang padahal jarang sekali berbuat hal seperti itu. Hmm..

Ujian semester telah berakhir, libur musim panas telah tiba. Anak anak yang lain sangat senang  dan ini pertama kalinya ia berliburan di Jepang. Minggu depan ada karya wisata ke pantai, Syira dan Sakura tak kalah gembiranya karena mereka telah merencanakan untuk bermain sebanyak banyaknya. Ohh.. ia melupakan sesuatu, minta maaf ke Rio. Ia langsung pergi untuk mencarinya, di lapangan, koridor yang biasa mereka kunjungi. Ntah kenapa tiba tiba angin lewat, Syira mendengar bisikan The Gengs yang membicarakan Rio dan Sakura. Terkejut dirinya dan langsung menghampiri mereka.


“Hei, apa yang sedang kalian bicarakan? Jangan bicara sembarangan”

“Ohh Syira. Memang betul adanya, kami melihatnya sendiri. Dan juga kami ingin minta maaf ke kamu. Kami mengaku salah saat kejadian di loker”

“Iya, aku sudah memaafkan kalian. Tapi aku tidak percaya kalian karena sudah bicara sembarangan” kesal dibuatnya

The Gengs yang tidak suka basa basi langsung menceritakan kejadian saat diruang UKS kepadanya. Ingin marah, kesal, sedih kepada sahabatnya namun tidak sanggup, tidak percaya apa yang mereka katakan. Ia berlari menuju kelas, memikirkan apa yang dikatakan The Gengs. Sampai di depan pintu, kenyataan itu tidak berpihak kepadanya.

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin”

Diary Alsyira
Tidak percaya

Tidak percaya

Tidak percaya

3 x aku memikirkan bahwa itu bukan yang sebenarnya

Namun pikiran itu selalu menghantui

Perasaan berkata lain

Aku harus percaya kepadanya.



Photo Website:

Komentar