#8
“Aku melihat Rio
dan Sakura sedang berduaan di UKS kemarin”.
Kalimat itu selalu teriang dipikiran
Syira hingga sampailah didepan pintu kelas. Saat membuka pintu… Deg. Melihat
pemandangan kedua orang itu, membuat
hati Syira sesak. Mereka tertawa dengan senangnya saat aku tidak ada. Sadar
ada yang memperhatikan dirinya didepan pintu, segera ia masuk dan mengambil tasnya
tanpa bilang ke Sakura. Dengan menahan
air mata yang mulai jatuh terus diusap dengan sapu tangan miliknya.
Duduk ditaman melihat anak kecil
sedang bermain bersama teman temannya, “Senangnya..” gumamnya. Mengambil
sebuah barang yang berada didalam tas,
meletakkan ketelinganya dan suarapun mulai terdengar. Tenang rasanya saat
mendengar lagu ini, suara kicauan burung, angin berhembus lembut, setetes air yang jatuh ke bumi, mengingatkan betapa rasa
cintanya terhadap sebuah negara kecil yang ia inginkan sewaktu kecil.
“Pah, mau
pergi kemana?kata anak kecil itu. Pergi ke Jepang, ada tugas dari kerjaan.
Syira mau ikut? Anak kecil itu menjawab ‘Mau’ dengan suara semangatnya. Kalau
begitu, Syira belajar yang rajin ya supaya bisa pergi ke Jepang. Saran Ayah.
Saat itu, Syira bercita-cita ingin
pergi ke Jepang bersama keluarga dan mulai belajar dengan giat. Namun, ternyata
ayahnya keturunan Jepang, sehingga saat ia kelas 5 SD mereka pindah ke Jepang
dan juga ada urusan pekerjaan. Merasa senang, bahagia, campur aduk deh rasanya.
Kembali ke masa sekarang, mengingat kenangan itu ia tersenyum tidak percaya dengan
apa yang ia rasakan dan suatu saat akan
berusaha kepada dirinya untuk tetap berada di Jepang hingga sudah berkeluarga.
“Hi Ra-san,
kenapa melamun?” salah satu orang yang menyapanya.
Tiba-tiba seseorang datang menyapanya,
membuat lamunannya terhenti.
“Eh gomenne. Tadi
lagi mengenang masa lalu aja hehe. Ada apa Ami-san?”jawabnya.
“Dari tadi aku
lihat kamu melamun aja di Taman, makanya aku kesini. Kamu ada masalah saat dikelas?”
Hmm.. sebenarnya ingin menceritakan
alasan kenapa ia melamun, karena tidak ada teman yang bisa diajak curhat
jadinya diam saja. Tapi adanya Ami disampingnya, ia mulai menceritakan kenapa
ia melamun. Ami terkejut kenapa temannya sendiri jahat kepadanya, sungguh tidak
percaya. Mendengar komentar itu, Syira juga begitu. Padahal saat awal kenalan
Sakura-chan sangat baik kepadanya bahkan sudah menginap dirumahnya. Ami
menepuk punggung Syira pelan supaya tenang dan menahan rasa berburuk sangka
kepada teman dekatnya itu. Walaupun tidak tahu pasti apakah cerita itu benar
atau ngga, namun dia menyemangatin Syira agar tidak sedih lagi. Atas bantuan
dari Ami, Syira berterima kasih atas saran yang telah ia berikan kepadanya. Besok
ia akan berbicara kepada Sakura dan menyelesaikan kesalahpahaman ini.
“Aku pulang.
Kou..Kouu..!” teriak Syira.
“Ada apa Sya?
Tidak perlu teriak juga, aku ada dikamar”bilangnya.
“Aku ingin
cerita, ada waktu? Kalau ada bisa kekamar Sya Sya?”
“Kenapa tidak
cerita disini aja. Memangnya mau cerita apa?”
“……. Bisa tidak?”menahan
tangis.
“I..iya sudah.
Tunggu sebentar aku ambil susu coklat hangat dulu. Kamu mau?”
“Mau Kou”berjalan
menuju kekamarnya.
Tok tok.. terbukalah pintu kamar
Syira, ternyata Kou yang sedang memegang 2 cangkir susu coklat untuk Syira. To
the point, ia menceritakan awal kenapa ada gossip tersebar bahwa Rio pacaran
sama Sakura. Ia begitu tidak percaya akan berita itu, tapi ada temannya yang
melihatnya sendiri. Kou yang mendengar cerita itupun hanya menghela nafas dan
mengusap kepalanya. Perlakuan Kou yang tiba-tiba membuat ia tersipu malu.
“Percayalah pada
Sakura-san. Apa yang dikatakan orang
lain, belum tentu benar. Kau harus mencari tahu kebenarannya. Setelah itu baru
kamu ambil kesimpulan, ya?” sambil tersenyum.
“Hm! Iya Kou-kun”
merekapun tersenyum bersama.
Keesokan harinya, Syira kerumah Sakura
untuk membicarakan soal gossip kemarin. Yoshh
“Syira-chan, ayo
masuk. Kamu langsung ke kamar atas ya”
Huftt.. bagaimana ini. Aku merasa deg
degkan. Jika itu benar.. Tidak tidak
jangan negative thinking. Tarik nafas huff.
“Syira-chan, maaf
menunggu lama. Ini diminum teh ochanya hehe. Memangnya Syira-chan mau bicara
apa sama Sakura?”penasaran
“Sakura-chan.
Eto.. Apa kamu pacaran sama Rio-kun?”
“Eee.. Tidak!
Kata siapa? Tidak kok tidak”
“Hontoni? Tapi
The gengs Rio bilang kamu berduaan sama dia di UKS”
“Kami berdua
tidak pacaran Syira-chan. Saat itu memang aku sama dia ada di UKS, tapi niat
aku ke UKS untuk mengambil obat buat Sensei Lie”
“Syukurlah.
Gossip kemarin memang ternyata salah. Gomenne Sakura-chan, aku sudah berburuk
sangka. Juga aku minta maaf soal kemarin, aku pulang ngga bareng kamu
hiks”Syira tak bisa menahan tangisnya
“Iya tidak apa
apa. Cup cup anak nakal hihi” mengusap kepala atasnya.
Suara ombak terdengar, cahaya
terpantul menyilau seperti mutiara putih, ramainya pengunjung di atas butiran pasir, tersimpan kebahagiaan
dalam hati. Pertama kalinya melihat laut yang membuat hati ini bergerak. Adanya
sesuatu terdorong kedalam tubuh dari luar. Apakah perasaan ini akan berlangsung
selamanya. Sementara? Aku tidak tahu. Rasa gundah ini selalu menyertai hati
seseorang yang baru pertama kali jatuh cinta. A..ku mencintai…
Sampailah di pantai. Liburan musim
panas pertama Syira yang penuh kegundahan. Selama diperjalanan perasaannya
tidak menyenangkan, padahal hari ini cuacanya begitu cerah. Pikiran Syira
tertuju padanya. Besok .. sesuatu akan terjadi? Semoga tidak.


Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai topik pembahasan...