#9
Akhirnya selama 2 jam
perjalanan menuju penginapan telah sampai. Para murid segera turun
dari bis dan melihat pemandangan laut yang begitu indah. Tidak tahan akan
getaran sinar matahari masuk kedalam tubuh, langsung mereka pergi ke penginapan
untuk membereskan barang yang dibawa ke kamar masing-masing dan selanjutnya
segera cepat untuk bermain air.
Perasaan bahagia, senang, semangat menyelimuti
musim panas anak-anak. Bermain bola, membuat istana pasir, berenang, menggambar
di atas pasir, dan lain-lain. Namun kegiatan itu tidak berlaku baginya. Sakura dan
Syira tidak bermain selayaknya anak-anak di pantai, tapi mereka sedang
menceritakan hal-hal yang menyenangkan mengenai laut. Walaupun perasaan Syira tidak
begitu enak, ia harus kuat dan tidak ingin sahabatnya mengkhawatirkan dirinya.
“Kamu tahu tidak, laut mempunyai
perasaan seperti manusia?” bertanya
Sakura-chan
“Hmm tidak. Memangnya laut mempunyai
perasaan seperti manusia?”
“Punya. Kata oba-san, laut
mempunyai perasaan seperti kita. Tenang, senang, sedih, marah, kecewa, gembira,
benci, cemburu, dan banyak lagi.”
“Bagaimana kamu tahu jika laut itu
sedang senang, sedih, marah?”
“Dari suara gelombangnya. Kamu
bisa mendengar suara gelombangnya saat menuju ke pantai. Jika suaranya tidak begitu keras namun gelombangnya teratur, berarti lautnya tenang. Kalau suaranya keras namun gelombangnya tidak beraturan, berarti lautnya senang. Tapi menurut
Sakura, laut bisa mempunyai perasaan seperti manusia itu dari pandangan manusia
itu sendiri, dari perasaan manusia yang sekarang ia rasakan. Jika perasaan manusia
itu sedang senang, pastinya saat melihat laut perasaannya ikut senang begitupun
sebaliknya. Jadi, kalau Syira-chan melihat laut tapi ternyata perasaannya tidak
enak atau sedang sedih maka lautpun juga sama seperti perasaan Syira-chan”
Syira tidak tahan lagi dan
mulai menangis di pelukan Sakura. Ia begitu bodoh, kenapa sikapnya ini bisa
diketahui oleh sahabatnya sendiri. Pastinya Sakura mengkhawatirkan dirinya
selama dalam perjalanan dan ia hanya mementingkan dirinya sendiri. Seharusnya
musim panas adalah musim yang cocok untuk mendapatkan kenangan bersama
teman-teman, sahabat, orang yang tercinta selama di Jepang. Dan nantinya
kenangan ini akan selalu teringat, akan di ceritakan ke anak, cucu atau bisa
sampai cicit. Tapi karena keegoisannya, kenangan itu mustahil untuk diceritakan
dan di ingat.
“Ayo Syira-chan kita main
bersama teman-teman. Suatu saat nanti kita tidak akan tahu, apakah kita akan
terus bertemu, menjalankan aktivitas seperti biasa, menceritakan hal-hal yang
konyol hehe. So, GANBATTE SYIRA-CHAN!” senyum semangat Sakura-chan menyadarkan
hatinya
“Yoshh! Se no… lariii. Yang
duluan sampai ke pantai, dia pemenangnya!” hati yang lemah mulai membaik berkat
nasehat dari sahabatnya.

Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai topik pembahasan...