TULISAN MASA LALU 3


# 3

“DOR!”
          Aku dan semuanya mulai duduk siap dan senyum. Kenapa insiden ini terus terulang lagi. Aku capek melihat drama ini. Aku tahu sebenarnya ini hanya pura-pura. Tapi mereka berkata bahwa ini bukan pura-pura. Huftt dalam hati ingin berkata kasar didepan mukanya.
“Ehem. Semuanya letakkan tas kalian di atas meja. Kami akan melakukkan pemeriksaan pada kelengkapan bawaan yang sudah di jadwalkan” kating tersebut mulai memeriksa tas siswa baru
          “Hei, siapa nama kamu?”
          “Saya Keira ka” jantung mulai deg degkan
“Kamu tahu tidak selama 3 hari perlengkapan wajib dibawa, kenapa ditas mu tidak ada sarung ini?”kating memarahinya
“E..to maaf ka saya lupa. Besok saya tidak akan mengulanginya lagi”Keira terlihat gemeteran karna takut dihukum
“Ya sudah kalo begitu, besok jangan sampai lupa ya”lanjut pergi ke siswa lain
Dalam hati “Alhamdulillah, untung katingnya baik huft. Yoshh semangat Keira besok adalah hari terakhir MOS”
Jam istirahat. Siswa lain pada keluar untuk makan, bermain dan berkenalan dengan yang lain. Aku? Ya aku hanya duduk di kelas sambil mendengarkan musik. Biasanya musik yang cocok disaat ku sedang sedih pastinya lagu jepang hehe. Dari keluarga yang menyukai sesuatu dari jepang, aku jadi keikutan :D. Tapi emang jujur sih lagu jepang tuh membuat suasana hati jadi lebih tenang dan semangat. Dari segi liriknya deep banget selalu pas aja sama keadaan sekarang. Recommended lagu dari aku yaitu [Mika Nakashima – Yuki No Hana].
Sementara memejamkan mata, terdengar suara teriak nan ceria, langkah kaki sembari tertawa, lewat benda tak kasat terasa dingin ke tubuhnya dan memulai alur cerita dalam bayang.

Ra, apa kamu bisa menjalani hidup tanpa orang lain? Tapi ingin mendekat dengannya, namun tak bisa gaul. Memiliki hobi dan style yang berbeda dari teman-teman kebanyakan. Sehingga sangat susah untuk memiliki teman.


Keira yang biasanya lengket ke Shifa, tidak datang menemuinya. Mungkin ia sedang ingin menyendiri dan tidak ingin bergantung kepada sahabat dekatnya itu. Karena dia sadar, tidak selamanya akan selalu berada di sisinya. Selama perjalanan hidup, pasti akan bertemu orang orang baru. Suka ataupun tidak itu sudah menjadi takdir dan di jalanin saja. Ketika Keira terhayut dalam perasaannya, ada sepasang mata yang sedang memperhatikan dirinya. Seperti mengenal namun ragu lalu pergi begitu saja.
          MOS telah selesai sampai senja datang menjemput. Usai bersalam kepada teman sekelas, berjalan dengan termenung. Kenapa hati ini tiba tiba menjadi melow. Apa aku terlalu terlalu takut tidak akan mendapatkan teman. Aku memiliki sahabat dari SMP, tapi… pastinya mereka dapat teman baru. Huftt hari yang melelahkan. Hati dan pikiran selalu saja berdebat, mereka berteriak seolah pendapat mereka benar. Padahal disini menderita harus memutuskan jalan mana yang baik bukan terbaik.
          “Assalamu’alaikum. Tadaima bun” berjalan lesuh
“Wa’alaikum salam. Aduh kenapa ini anak bunda. Kok mukanya lemes gini. Kamu sakit sayang?” mengusap wajah yang berkeringat
“Bun mau cerita…..”




Komentar