# 4
[ Khusus
Percakapan ]
“Bun, hmm dulu ibu
cepat tidak punya teman pas dihari pertama sekolah? Aku ngga percaya diri. Ibu
pasti tau itu” sembari berjalan di luar
“Ngga sayang. Ibu
malah lama banget dapat temannya hahaha. Kita berduakan mirip ya gak” timpal
lelucon menggelikan ke dirinya
“Ihh ibun mah
HAHAHA. Lanjut ketopik. Aku takut ga punya teman nanti sedangkan sahabatku
sudah punya semua huft”
“Apa kamu sebegitunya
khawatir mengenai itu?”
“Iya bun. Tapi
akupun juga ga mau punya temen hanya berkedok “Teman”. Intinya masih tetep
bareng walaupun setelah lulus SMA dan bisa mengarahkan Ira ke arah yang lebih
baik”
“Ada 2 pilihan
jika ingin memiliki teman, yaitu mendatangi atau didatangi”
“Kalo ibu pilih
apa?” penasaran akan jawabannya
“Kamu dulu apa,
nanti bunda akan jawab”
“Hmm mungkin di
datangi. Karena sifat Ira yang ga bisa memulai topik pembicaraan. Kalo ibun
apa?”
“Ibu mencoba memulai
pembicaraan ke mereka. Terus berusaha dan berdoa agar berteman dengan mereka
karena dari luar terlihat baik. Tapi pada akhirnya ibu di jauhin dan yaa ibu
sendirian dikelas hehe..”
“Bunda akkhhh
maaf. Jadi sedih deh” sontak memeluk ibunya
“Ngga papa. Selow
aje haha. Beberapa hari kemudian, mungkin Allah mendengar doa ibu. Saat pulang
sekolah, dalam keadaan sekolah yang mulai sepi dan masih ada beberapa murid
aja. Ibu jalan sendirian menuju tangga, tiba-tiba datang seorang siswi mengajak
ibu ke dalam kelas. Ternyata lagi diadakan surprise ultah untuk temannya dan
mereka adalah teman sekelas ibu yang hingga sekarang masih kumpul bareng. Dari
situlah ibu mendapatkan seorang teman. Walaupun dari luar terlihat tidak baik,
tapi tersembunyi sebuah mutiara yang membuat ibu tetap bertahan dengan mereka”
“Mutiara apa itu
bun?”
“Kamu pasti akan
menemukan itu ketika sudah memilikinya. Ibu sangat bersyukur dan berterima
kasih Kepada-Nya”
“Berarti Ira harus
berusaha dulu ya bun dan juga berdoa. Semoga diberikan teman-teman yang baik
dan tetap bersama hingga lulus nanti, Aamiin Ya Allah”
“Aamiin. Udah
mendingankan sayang? Kalo begitu kita pulang ya, udah sore nih. Kita siapkan
makan malam buat ayah” ajakannya
“Alhamdulillah
sudah. Maciww bun” memeluk ibunya begitupun sebaliknya
“Udah laper nih.
Perut udah berkoar koar HAHAHA” mereka berpegang tangan dengan perasaan lega
Terkadang manusia ketika membeli buku hanya melihat cover
yang menarik, padahal belum tentu isinya bermanfaat
Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai topik pembahasan...