TULISAN MASA LALU 6

# 6

 

“Kamu ngapain ngeliatin aku terus?”risih diliatnya

“Karena kau tidak mengajakku ngobrol seperti yang lain”jawab pria itu

“Aku tidak bisa. Kamu aja yang mengobrol dengan yang lain”

“Aku ingin mengobrol denganmu”memohon

“Aku tidak bisa karena hmm aku malu, takut”memalingkan mata ke arah meja.

“Hmm kau sekarang bisa mengobrol denganku. Tak perlu takut”nasehatnya

Ucapannya membuat Keira sedikit terbuka dengan pria perawakan tinggi putih ini. Tapi tentu saja masih mode on berhati-hati.

          “Hei, saat di perjalanan kamu bilang bahagia. Kenapa?”penasaran

          “Kamu dengar aku berkata itu?”

          “Iya”singkat

“Karena aku bahagia berada disampingmu”jawabnya memandang penuh arti. Keira merasa itu jawaban asal.

“Jangan ngaco. Kita baru pertama kali bertemu” heran dengan tingkahnya ini.

“Tidak. Kita sudah beberapa kali bertemu. Namun kamu tidak menyadari kehadiranku”

“Kapan?” Keira menjadi penasaran. Tetapi bel berbunyi, pelajaran selanjutnya akan di mulai. Sehingga pembicaraan tersebut terhenti.

          Aku terus memikirkan kapan pernah bertemu dengannya. Apa pas OSPEK ya, tapi aku juga tidak ingat. Terus apa hubungannya bahagia di sampingku? Toh aku tidak membuat dia senang dan akhh pusing kepalaku. Kenapa aku memikirkan hal yang tidak berguna huft.

          Keira sangat frustasi. Yang lain pada fokus belajar memperhatikan guru, sedangkan ia berbicara pada dirinya sendiri. Pria disampingnya hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah kebingungannya. Setelah pelajaran selesai, wanita tesebut ingin menanyakan hal tadi ke Zun, namun Zun selalu mengganti topik atau tidak menjawab pertanyaan itu. Keira dibuat bingung. Sehingga membuat kesimpulan bahwa sebaiknya ia tidak perlu kepo dan memikirkan bagaimana caranya supaya bisa bertahan dengan manusia satu ini. 

Jam istirahat. Segera merapikan buku dan pergi kekantin bersama sahabatnya. Kelas sahabatnya tidak jauh dari kelasnya, hanya bersebelahan saja. Ia mengintip dari balik jendela dimana Shifa berada. Setelah ketemu ternyata ia duduk di bagian tengah dekat tembok. Masuk kekelas sambil memanggil sahabatnya.

          “Eh Keira sini sini”Shifa menyambutnya dengan senang.

“Aduh Shif, kenapa kamu tidak keluar sih. Kau tau sendiri aku malu banget”cemberut kesal

“Gapapa ra. Ga ada yang gigit kamu kok hehehe”bercandanya

“Oh ya ini perkenalkan teman sebangku ku, namanya Nada”

“Hi aku Keira, teman SMP Shifa”

“Hi juga, aku Nada”

Selesai mengobrol  tentang diri masing-masing, merekapun pergi ke kantin bersama. Saat menuju kantin ternyata bertemu dengan si Zun, pria misterius nan nyebelin. Keira memalingkan pandangannya ke Shifa sambil bertanya mau makan apa. Zun menyadari wanita itu mengacuhkannya.

 

<<<BACK   NEXT>>>


Komentar